https://purwakarta.times.co.id/
Berita

Mangkrak Terbengkalai, Wajah Suram Taman Kartini Rembang yang Kian Memprihatinkan

Senin, 02 Februari 2026 - 18:33
Mangkrak Terbengkalai, Wajah Suram Taman Kartini Rembang yang Kian Memprihatinkan Kondisi Taman Kartini Rembang saat ini kian memprihatinkan. Berdasarkan pantauan pada Senin (2/2/2026). (Foto: Ezra Vandika/TIMES Indonesia)

TIMES PURWAKARTA, REMBANG – Kondisi Taman Kartini Rembang saat ini kian memprihatinkan. Berdasarkan pantauan, Senin (2/2/2026), kawasan wisata yang terletak tepat di jantung kota ini tampak sepi pengunjung dan memberikan kesan menyeramkan.

Minimnya perawatan membuat banyak bangunan di area tersebut rusak, terbengkalai, dan ditumbuhi semak liar yang menjadi sarang nyamuk.

​Di dalam area taman, sejumlah aset penting tampak tidak terurus. Bangunan bersejarah bekas gereja peninggalan era Belanda dan gedung bioskop tiga dimensi terlihat rusak parah.

Bahkan, ikon legendaris berupa jangkar raksasa yang diyakini sebagai peninggalan kapal Dampu Awang pun teronggok tanpa perawatan yang layak, menambah kesan kumuh di sisi barat kawasan tersebut.

​Kondisi ini memicu keprihatinan dari masyarakat setempat. Didik Kundiantoro, salah satu warga Rembang, menyayangkan sikap pemerintah yang membiarkan taman tersebut mangkrak selama bertahun-tahun.

Menurutnya, Taman Kartini bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan destinasi wisata fenomenal yang menyimpan nilai sejarah penting bagi identitas warga Rembang.

Beda Persepsi, Batal Investasi

​Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, Prapto Raharjo, mengungkapkan bahwa sebenarnya sudah ada wacana pemanfaatan aset melalui pihak ketiga.

Namun, proses ini masih terkendala perbedaan persepsi mengenai skema kerja sama, apakah berupa sewa murni atau kerja sama pengelolaan. Hingga saat ini, belum ada keputusan final karena usulan yang masuk masih dalam tahap pendalaman.

​Terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD), Prapto menyebutkan bahwa pada tahun 2025, taman ini menyumbang sekitar Rp 300 juta yang bersumber dari kolam renang dan sewa ruko.

Kondisi-Taman-Kartini-Rembang-b.jpg

Namun, angka tersebut dianggap masih jauh dari potensi maksimal. Karena belum adanya kesepakatan dengan pihak ketiga, pengelolaan operasional sepenuhnya masih berada di bawah kendali Pemerintah Kabupaten Rembang.

​Bupati Rembang, Harno, membenarkan bahwa sempat ada investor yang berminat mengelola Taman Kartini. Namun, kerja sama tersebut batal terlaksana karena penawaran kontribusi PAD dari pihak ketiga hanya sebesar Rp400 juta.

Bupati Harno mematok target yang lebih tinggi, yakni Rp 1 miliar, mengingat besarnya potensi yang dimiliki lahan milik Pemkab tersebut.

Pelurusan Jejak Historis

​Di tengah polemik pengelolaan, sejarawan Lasem-Rembang, Exan Ali Setyonugroho, memberikan perspektif menarik mengenai sisi historis taman ini.

Ia meluruskan bahwa legenda jangkar Dampu Awang yang disebut ditendang oleh Sunan Bonang kemungkinan besar adalah narasi fiktif bentukan kolonial Belanda. Menurutnya, Dampu Awang bukanlah nama orang, melainkan jabatan panglima angkatan laut di masa lalu.

​Exan menilai narasi legenda tersebut sengaja dibangun untuk memisahkan identitas Jawa dan Islam sebagai strategi adu domba pasca-Perang Lasem.

Ia menegaskan bahwa simbol-simbol kolonial di taman tersebut, termasuk asal-usul nama Rembang yang sering disalahartikan, perlu dipahami kembali secara historis agar nilai sejarah yang asli tidak hilang ditelan zaman. (*)

Pewarta : Ezra Vandika
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Purwakarta just now

Welcome to TIMES Purwakarta

TIMES Purwakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.